Ketua STAIN Mandailing Natal Mendukung Forum Rektor PTKIN perkuat Arah Transformasi Kampus: Rebranding, Digitalisasi, dan Tata kelola Berintegritas
- Kategori : Kampus
- Dibaca : 14 Kali

Medan — Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung di Medan, berbagai isu krusial dibahas secara mendalam, mulai dari evaluasi transformasi kelembagaan, strategi inovasi kampus, hingga penguatan regulasi tata kelola perguruan tinggi menuju institusi yang berkualitas dan berdaya saing.
Pada hari kedua forum, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, menekankan pentingnya strategi rebranding PTKIN yang dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Menurutnya, rebranding tidak hanya bersifat momentum pada masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), melainkan harus menjadi gerakan institusional yang konsisten dengan menonjolkan distingsi keilmuan dan keunggulan kompetitif masing-masing kampus.
Ia juga menyoroti semakin dinamisnya persaingan antar perguruan tinggi, baik di lingkungan PTKIN maupun dengan perguruan tinggi umum, sehingga dibutuhkan strategi komunikasi dan promosi yang inovatif, adaptif, dan terintegrasi.
Selain itu, Dirjen Pendis menegaskan pentingnya pengembangan kampus digital sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan masa kini. Penguatan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. Implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga ditekankan sebagai bentuk fleksibilitas sistem pendidikan tinggi yang telah memiliki dasar regulasi di lingkungan PTKN maupun Ma’had Ali.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Ir. Dr. H. Khairunas, menegaskan bahwa seluruh inovasi dan penguatan program kampus harus berlandaskan regulasi yang berlaku. Kepatuhan terhadap regulasi, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam membangun good university governance yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Irjen Kemenag RI juga mendorong penguatan status Badan Layanan Umum (BLU) pada PTKIN melalui skema partisipasi multistakeholder. Ia menyampaikan kesiapan Inspektorat Jenderal Kemenag untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan tata kelola BLU guna meningkatkan kemandirian dan kualitas layanan akademik maupun non-akademik.
Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, mengapresiasi kontribusi pemikiran para narasumber yang dinilai memberikan perspektif strategis dan reflektif dalam memperkuat arah transformasi kelembagaan PTKIN agar semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
Sebelumnya, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Arskal Salim, memaparkan evaluasi transformasi kelembagaan PTKN dari Sekolah Tinggi menjadi Institut maupun Universitas. Keduanya menegaskan bahwa transformasi kelembagaan harus diiringi dengan evaluasi menyeluruh terhadap aspek tata kelola, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan kinerja akademik dan non-akademik.
Menanggapi forum tersebut, Ketua STAIN Mandailing Natal, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Forum Rektor PTKIN yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat arah kebijakan dan pengembangan PTKIN ke depan.
“Forum Rektor PTKIN ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi yang sangat penting bagi pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam. Berbagai gagasan tentang transformasi kelembagaan, digitalisasi kampus, rebranding, serta penguatan tata kelola menjadi bekal strategis bagi PTKIN, termasuk STAIN Mandailing Natal, untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Prof. Sumper.
Ia menambahkan bahwa STAIN Mandailing Natal berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil forum tersebut secara kontekstual dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Forum Rektor PTKIN ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, sekaligus memperkuat peran PTKIN sebagai pusat pengembangan keilmuan, moderasi beragama, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ayoo Semangat STAIN menuju IAIN (Tim Humas)




