Upacara Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama di STAIN Madina Teguhkan Kerukunan sebagai Energi Kebangsaan
- Kategori : Kampus
- Dibaca : 33 Kali

Panyabungan, 3 Januari 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khidmat dan tertib di halaman kampus, Sabtu (3/1). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” yang merefleksikan komitmen Kementerian Agama dalam merawat kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah kemajemukan bangsa.
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa STAIN Madina. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua STAIN Madina membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdirinya Republik Indonesia merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk, dengan mandat menjaga nalar keagamaan agar tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini,” tutur Prof. Sumper membacakan amanat Menteri Agama.
.png)
Dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan, sambutan tersebut menekankan peran strategis perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mengarusutamakan moderasi beragama, serta menghadirkan agama sebagai sumber solusi atas persoalan-persoalan kontemporer.
Ketua STAIN Madina dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum Hari Amal Bhakti sebagai ruang refleksi bersama, khususnya dalam memaknai status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama yang mengemban amanah pengabdian kepada negara, masyarakat, dan dunia pendidikan. Ketua menekankan bahwa loyalitas, profesionalisme, dan integritas harus tercermin dalam kinerja sehari-hari, serta diwujudkan melalui komitmen menjadikan STAIN Madina sebagai rumah pengabdian utama.
“Status kita sebagai ASN bukan sekadar identitas biasa, melainkan melekat tanggung jawab moral dan institusional. Karena itu, STAIN Madina harus kita tempatkan sebagai prioritas dan first choice dalam mengejawantahkan pengabdian, pengembangan keilmuan, dan pelayanan. Dari kampus inilah kontribusi terbaik kita untuk umat, bangsa, dan negara harus bermula,” tutur Prof. Sumper.
Melalui peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 ini, STAIN Madina meneguhkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berwawasan kebangsaan, sejalan dengan visi “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”
Ayo semangat! STAIN Madina menuju IAIN. (Tim Humas)


